Wednesday, October 4

Nasib Rakyat Marhaen

Masih terngiang-ngiang di telingaku raungan dan rintihan seorang ibu yang telah kehilangan anaknya di tangan manusia-manusia durjana. Tahun 2017 merupakan tahun insiden menyayat hati ini berlaku.

 T. Nhaveen yang berusia 18 tahun ketika itu dibuli dan dibunuh dengan kejam oleh lima orang manusia yang tidak berhati perut. Meremang bulu romaku apabila aku mendapat tahu tentang cara mereka meragut seorang individu yang naif itu.

Walaupun insiden ini telah lama berlalu, aku masih mengingati tangisan pilu ibu si mangsa. aku percaya pasti semua pelaku itu akan dijatuhi hukuman mati atau sekurang-kurangnya hukuman penjara sampai mati.. Namun kepercayaanku terhadap undang-undang di tanah airku hanyalah sekadar anganan apabila kesemua manusia durjana itu telah dibebaskan..

Jika inilah nasib rakyat marhaen di negara, ke mana harus ku pergi demi sebuah keadilan??
Sungguh ku kecewa.. 

Aku pasti karma pasti akan kembali menuntut pembelaan...

Friday, February 26

BICARA REMBULAN KARYA SHA SIN

 REMBULAN CANTIK MENGHIASI DADA LANGIT

TERSEMBUNYI MALU DI BALIK AWAN

BAGAI PUTERI TERINTAI-INTAI

MENANTI PUTERA DATANG MENJEMPUT


KEINDAHAN REMBULAN BEGITU MEMUKAU

DALAM DIAM AKU TERPESONA 

DALAM DIAM AKU MENGERTI

BICARA REMBULAN KEPADA UMAT BUMI


AKU TERTANYA-TANYA SINARANNYA JAUH MENYINAR

MENYINARI BUMI PADA MALAM HARI

MENJADI TEMAN KALA DIRI KESEPIAN

 PEMBICARAAN DALAM DIAM

 KEPEKATAN MALAM YANG BEGITU SURAM

MEMBAWA SERIBU MAKNA DAN HARAPAN

 karya, 

sha isha








Hasil karya spontan saya apabila merenung bulan pada malam hari. maaf andai anda merasa ia tidak menarik. karya ini cuma hasil spontan daripada apa yang terlintas di fikiran saya.


DILARANG MENIRU HASIL KARYA SAYA




Nasib Rakyat Marhaen

Masih terngiang-ngiang di telingaku raungan dan rintihan seorang ibu yang telah kehilangan anaknya di tangan manusia-manusia durjana. Tahun ...